Sabtu, 18 Oktober 2014

Pembaharuan Dalam Islam

            Kemunculan Khan setelah hancurnya Mujahidin Movement & Mughal Empire akibat pemberontakan 1857. Dimasa itu ia banyak berusaha mencegah terjadinya kekerasan & banyak menolong orang inggris dari pembunuhan, maka dari itu ia mendapatkan gelar Sir. Ia juga digelari oleh segolongan islam dengan “Nechari”(Urdu). Dalam pemberontakan tersebut, ia berusaha meyakini pemerintahan inggris, bahwa ummat islam tidak memainkan peranan utama. Ia mengeluarkan pamflet yang membawa pada perpecahan pemberontakan itu, yang berisikan:
  1.      Intervensi inggris dalam hal keagamaan
  2.      Tidak turut sertanya orang india baik islam maupun hindu dalam lembaga-lembaga perwakilan rakyat, yang membawa pada:
a.       Rakyat tidak mengetahui niat & tujuannya, dengan beranggapan inggris datang untuk merubah agama mereka menjadi kristen.
b.      Pemerintah inggris tidak tahu keluhan-keluhan rakyat.
c.       Pemerintah inggris tidak berusaha mengikat tali persahabatan dengan rakyat.

            Ia lahir 1817M keturunan Husein (Fatimah-Ali), & wafat pada umur 71 tahun 1878M. Pada umurnya yang ke-44 ditahun 1861 ia mendirikan Sekolah Inggris di Muradabad, dan di umurnya yang ke-61 pada tahun 1878 ia mendirikan Mohammedan Anglo Oriental College (MAOC) yang sekarang beruba nama menjadi Aligarh Muslim University.

A.    Persamaan pemikiran Khan dengan Muhammad ‘Abduh
1.      Memberi penghargaan tinggi pada akal manusia
2.      Menganut faham Qodariyyah
3.      Percaya kepada hukum alam ciptaan tuhan
4.      Menentang taqlid
5.      Membuka pintu ijtihad yang anggapan ummat islam tertutup pada umumnya waktu itu.
B.     Pemikirannya
1.      Meningkatkan kedudukan ummat islam dapat diwujudkan dengan bekerjasama dengan pemerintahan Inggris yang terkuat di India, menentang tidak membawa kebaikan, serta meningkatkan Iptek
2.      Khan menyeru ummat islam agar tidak mengambil sikap melawan, tapi sikap berteman, & bersahabat dengan Inggris agar dapat ditolong dari kemunduran.
3.      Ia lebih mengedepankan akal, mensifati faham Qodariyyah,  ide Liberal & ide Modern (karena telah banyak dipengaruhi oleh kekuatan akal).
4.      Ia melihat bahwa ummat islam di India mundur karena tidak mengikuti perkembangan zaman.
5.      Kuat kepercayaannya pada hukum alam dan kerasnya ia mempertahankan konsephukum alam, maka dari pada itu ia di claim kafir oleh sebahagian ummat islam.
6.      Menolak faham taqlid & tidak segan-segan menyerang faham tersebut.
7.      Sumber ajaran islam hanyalah qur’an & hadits, pendapat ‘ulama’ lalu tidak mengikat ummat islam & diantara pendapat mereka ada yang tidak sesuai dengan zaman modern & itu dapat ditinggalkan.
8.      Masyarakat senantiasa berubah, maka dari itu perlu di adakan ijtihad untuk menyesuaikan dengan ajaran islam sesuai dengan masanya.
9.      Dengan mengadakan ijtihad, berarti ijma’ & qiyas bukan merupakan sumber ajaran islam yang bersifat absolut.
10.  Tidak semua hadits dapat diterima, karena ada yang buat-buatan. Hadits dapat diterima sebagai sumber dalam ajaran islam setelah diadakan penelitian dengan seksama tentang keasliannya.
11.  Berusaha merubah sikap mental ummat muslim melalui tulisan dalam bentuk buku & artikel dalam majalah “Tahzibul-Akhlaq” dan juga melalui pendidikan.
12.  Ia berpendapat bahwa yang menjadi dasar bagi sistem perkawinan dalam Islam adalah Monogami & bukan poligami yang telah dijelaskan ‘ulama’-‘ulama’ terdahulu. Poligami tidak dianjurkan tapi dibolehkan dalam kasus-kasus tertentu.
13.  Tidak wajib hukum potong tangan bagi pencuri, tapi merupakan hukum maksimal yang dijatuhkan pada keadaan tertentu, disamping hukum potong tangan ada hukuman penjara bagi si pencuri.
14.  Perbudakan dalam qur’an hanya sesudah jatuh & menyerahnya kota Makkah, dan ditidak bolehkan lagi dalam Islam.
15.  Tujuan do’a tuk merasakan kehadiran tuhan yang diperlukan dalam urusan spiritual & ketentraman jiwa. Ia menolak faham tujuan do’a meminta sesuatu dari tuhan & tuhan kan mengabulkannya, karena kebanyakan do’a tak pernah dikabulkan tuhan.
16.  Kemajuan tak kan dicapai melalui politik, ia yakin anggota kasta-kasta & pemeluk agama yang berlainan di India tak bisa disatukan jadi 1 bangsa, tujuan & cita-cita mereka saling berlainan.

17.  (politik) ummat islam merupakan 1 ummat yang tidak dapat membentuk 1 negara dengan ummat Hindu. Ummat islam harus mempunyai negara tersendiri, bersatu dengan Hindu dalam 1 negara akan membuat minoritas islam yang rendah kemajuannya akan lenyap dalam mayoritas hindu yang lebih tinggi kemajuannya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar